buku
Musuh dalam Cermin: Fundamentalisme Islam dan Batas Rasionalisme Modern
Sedikit sekali non Muslim, khususnya Barat yang berhasil membaca fundamentalisme Islam dengan akurat. Kebanyakan dari mereka melihat fenomena ini dalam kaitannya dengan pergolakan sosial ekonomi atau memandangnya sebagai reaksi irasional terhadap modernitas. Buku ini menawarkan penjelasan baru tantang salah satu bentuk keberagaman itu. Penulis memaknakan fundamentalisme Islam sebagai kritik dan sanggahan terhadap wacana rasionalitas dan teori politik pasca pencerahan. Ia menggunakan teori politik, postmodernisme, teori kritis dan juga studi Tuimur Tengah, pemikiran Islam, politik perbandingan dan antropologi untuk memposisikan pemikiran Islam fundamentalis dalam konteks teori transkultural. Penulis juga menjelaskan dimensi pergerakan Islam yang belum dicermati sebelumnya dan menguak kegelisahan dalam pemikiran politik Barat kontemporer tentang sifat dan batas rasionalisme modern, kegelisahan yang lazim dalam fundamentalisme Kristen, postmodernisme, konservatisme dan komunitarianisme.
Tidak tersedia versi lain